Waspada Gejala Penyakit Jantung dari SehatQ.com

Gejala penyakit jantung pada umumnya berbeda-beda penyebabnya. Kebanyakan orang tidak mengetahui gejala awal penyakit tersebut. Penyakit ini pun ada banyak jenisnya, berupa gangguan irama jantung, kelainan jantung bawaan, jantung koroner, kelainan otot jantung, dan lainnya. Karena kurangnya pengetahuan akan gejala awal yang sering muncul, kadang seseorang tidak menggubris tanda-tanda awal tersebut.

Pada dasarnya penyakit jantung ini mencakup semua yang berhubungan dengan kelainan jantung. Penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung. Penyakit kardiovaskuler adalah suatu kondisi penyumbatan pembuluh darah ke jantung.

Jangan menyepelekan beberapa gejala yang sering dialami di kehidupan sehari-hari. Anda harus lebih cermat dan peka terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Penyakit ini tidak hanya menyerang di usia tua saja, akan tetapi pada anak-anak maupun seseorang di usia muda. Tergantung beberapa faktor penyebab dan jenisnya.

Waspada Gejala Penyakit Jantung

Ada beberapa gejala awal yang sering muncul tanpa kita sadari sebagai berikut

1. Mudah Merasa Lelah

Bagi seseorang yang aktivitas kesehariannya sibuk di kantor atau sibuk rutinitas di rumah maupun luar rumah, sebenarnya wajar apabila mengalami lelah. Akan tetapi, apabila dirasakan terus-menerus, maka anda harus waspada. Lelah yang berbeda dari biasanya dan cenderung kondisi badan semakin menurun, ini termasuk gejala awal penyakit jantung. Timbulnya rasa lelah diantaranya adalah karena gagal jantung dan jantung koroner.

2. Tubuh Terasa Nyeri dan Sakit

Pada umumnya, gejala penyakit jantung adalah nyeri yang dirasakan di sekitar area dada, bahu, dan lengan tanpa adanya sebab jelas. Hal ini dikarenakan aliran darah ke otot jantung mengalami penyumbatan akibat penyakit jantung koroner. Jantung bekerja lebih keras dari yang seharusnya. Oleh karena itu, tubuh akan bereaksi sakit dan nyeri. Bisa pula terjadi nyeri pada punggung, rahang dan perut. Klik disini untuk direktori penyakit di SehatQ.com. Nyeri dan sakit ini timbul setelah anda berolahraga dan akan hilang dengan sendirinya setelah beristirahat.

3. Jantung Berdebar-debar

Kondisi yang anda rasakan ketika terlalu semangat atau gugup saat berada pada situasi mencekam biasanya jantung berdetak kencang dan tidak teratur. Ini hal yang wajar. Ketika jantung berdetak tidak beraturan tanpa sebab dan sering berdegup kencang anda harus waspada. Beberapa penyebabnya karena anda terlalu banyak mengkonsumsi kafein, begadang, dan kurang cukup tidur yang menyebabkan detak jantung tidak beraturan.

4. Nafas Mudah Sesak dan Tersengal-sengal

Wajar apabila melakukan olahraga berat atau pekerjaan fisik yang berat ketika nafas tersengal-sengal. Namun apabila anda sering sesak nafas atau tersengal-sengal saat tidak melakukan aktivitas berat, anda harus segera cek ke dokter. Untuk mengetahui apakah jantung anda normal atau tidak. Seringnya sesak nafas merupakan gejala penyakit jantung. Untuk itu, jangan mengabaikan tanda-tanda ringan yang sering anda alami.

5. Sering Sakit Perut atau di Ulu Hati

Di penderita akan merasakan mual, muntah dan gejala sakit perut. Biasanya terjadi karena alasan yang tidak jelas.

6. Pembengkakan Pada Kaki

Ketika jantung tidak bekerja sesuai yang seharusnya, tidak dapat memompa darah secara efisien bisa menyebabkan bengkak pada kaki. Akibat jantung memompa darah terlalu lambat, darah akan menumpuk di pembuluh darah, dan ginjal mengalami kesulitan mengeluarkan kelebihan cairan dan natrium di tubuh.

7. Keringat Berlebih

Sering berkeringat tiba-tiba, disertai nyeri di dada, pusing, dan lelah tanpa adanya sebab yang jelas, maka anda harus benar-benar memeriksakan kesehatan ke dokter.

Beberapa pemicu yang sering menyebabkan gejala penyakit jantung adalah kardiovaskuler yang terjadi di pagi hari karena efek obat yang sudah memudar setelah digunakan tidur sepanjang malam, aktifitas fisik berat, marah yang tidak terkontrol, terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak sehingga darah gampang mengental, dan rasa cemas serta stress.

Comments