Sikap Israel dan Arab

5/5 - (1 vote)

Saya mencermati sikap Israel dalam konpllik Rusia-Ukrania. Ini menarik. Karena etnis yahudi banyak di Ukrania. Hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Direct Polls LTD pada awal Maret, 76 persen orang Israel mendukung Ukraina, sementara hanya 10 persen yang mendukung Rusia. Lantas bagaimana dukungan resmi Isael kepada Ukrania. Zelenskyy dapat kesempatan bicara depan parlemen Israel. Berharap dapat bantuan sistem pertahanan Rudal Iron Dome dari israel. Itu ditolak dengan tegas oleh Israel.

Semua tahu bahwa Israel itu proxy nya AS. Jadi aneh saja kalau sikap Israel yang tidak patuh kepada AS. Bahkan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett terjun langsung sebagai juru damai. Padahal AS menutup pintu berunding dengan Rusia. Ada apa ?

Menurut saya, ini lebih kepada sikap AS sendiri dalam kasus Suriah. AS meninggalkan sendirian Israel menghadapi Suriah. Padahal awalnya AS sebagai creator konplik di Suriah. Namun setelah Iran ( HIzbullah ) masuk dalam konflik dan kemudian Rusia juga terlibat. AS malah kendor. Bahkan ISIS yang tadinya bagian dari jaringan proxy AS, malah diburu oleh tentara AS dan koalisi Arab. Mungkin AS punya alasan. Karena kawatir keterlibatan ISIS bisa mengganggu eksistensi monarki di Arab. Tetapi israel ? ada Iran yang musuh bebuyutan.

srae

Gimana ?

Israel tidak takut berperang dengan Iran. Tetapi tentu dengan syarat bahwa Iran tidak didukung Rusia. itu sebabnya Mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berusaha mendekati Kremlin berharap agar Putin tidak membela iran. Akhirnya terjadi kesepakatan vivendi. Bahwa Rusia tidak akan memberikan dukungan kepada Iran dan hizbullah. Asalkan Israel tidak menyerang pasukan Rusia di Suriah. Pada waktu bersamaan, tujuan militer Rusia mempertahankan rezim Bashar al-Assad tercapai.

Tapi apakah Iran dirugikan atas kesepakatan itu.? tidak. justru karena itu Rusia punya alasan mempertahankan kehadiran militernya di Suriah. Kan engga mudah menghadirkan militer tanpa ada legitimasi. Nah ini peluang bagi Rusia untuk mengancam kepentingan AS di Timur Tengah. Bagi Israel terlalu beresiko mendukung Ukrania. Karena Rudal Rusia ada dihalaman rumahnya ( Suriah).

Jadi analoginya. “ Lue pegang ukrania, gua pegang israel. Sama sama kita ada di depan pintu.” Kata Putin kepada AS. Namun yang jadi masalah. Rusia berhasil menguasi teras rumahnya ( crimea). Sementara AS tidak mampu menguasai kehadiran Rusia di teras rumah proxynya ( israel), bahkan membiarkan Israel menghadapi situasi ancaman itu. Nah bagi Israel, lebih baik berbaik hati kepada Rusia, daripada dihabisi Rusia bersama Iran. Bagi Naftali Bennett walau harus berlutut dan elus telor Putin itu lebih baik daripada harus mengikuti Biden melakukan sanksi Ekonomi Kepada Rusia.

Sikap Israel ini juga diaminin oleh negara Arab. Arab saudi dan UEA telah menolak permintaan AS untuk meningkatkan produksi minyak guna menjinakkan kenaikan harga minyak mentah yang mengancam resesi global setelah serangan Rusia di Ukraina. Bahkan negara Arab akan menggunakan Yuan untuk transaksi minyaknya. Tentu akan menambah deretan raksasa yang bergabung dengan rezim Yuan. Kalau tidak ada inisiatif dari AS dan Nato untuk menghentikan perang dan memaksa Ukrania menyerah, jelas kebodohan yang sia sia.

Oleh: Erizeli Jely Bandaro (https://www.facebook.com/nazwaaufar/posts/3180410928871056)

Comments