free statistics

Apa Fungsi Tanaman Obat Keluarga

Rate this post

Apa Fungsi Tanaman Obat Keluarga – Tanaman obat dari famili Banjararum.ID, atau disingkat TOGA, adalah tanaman yang ditanam di dalam negeri yang memiliki khasiat obat. Sebagai hasil budidaya di rumah, TOGA terbukti dapat mengobati berbagai penyakit ringan dan serangan radikal bebas. Selain itu, TOGA juga dapat meningkatkan stamina terutama saat pandemi seperti sekarang ini.

Ada banyak jenis tanaman obat, sehingga kita perlu mengetahui lebih banyak tentang tanaman mana yang berfungsi sebagai obat dan dapat mengobati penyakit. Ada sekitar 30.000 spesies tanaman obat di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 7500-9600 tanaman memiliki potensi obat. Sekitar 8.500 spesies tumbuhan telah dipelajari dan 300 spesies digunakan dalam pengobatan tradisional.

Apa Fungsi Tanaman Obat Keluarga

Apa Fungsi Tanaman Obat Keluarga

Untuk mendorong masyarakat menuju Tanaman Obat Keluarga atau TOGA, Pemerintah Banjararum Kallurahan bekerjasama dengan Kalyanamitra dan Puskesmas Kalibawang menyelenggarakan Lomba Tanaman Obat Keluarga. Lomba ini khusus untuk masyarakat desa Banjararum. Seluruh dusun di Banjararum wajib mengikuti kompetisi ini dengan mengamankan minimal 1 tempat untuk tanaman obat keluarga.

Manfaat Tanaman Di Tengah Pandemi Covid 19

Penjurian lomba akan dilakukan pada awal November 2021. Juri lomba terdiri dari perwakilan Pemerintah Desa Banjararum, perwakilan Puskesmas Kalibawang dan perwakilan administrasi PKK Banjararum Kalurahan yang akan mengunjungi setiap dusun untuk menentukan toga mana yang akan menang dari dusun mana. Kompetisi ini memperebutkan total hadiah sebesar 5 juta rupiah.**** Padangsidimpuan, 12/02/2021, masyarakat wajib menjaga kesehatan tubuhnya agar terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan zat berbahaya lainnya yang disebabkan oleh mikroba. . . Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi dan obat-obatan tradisional yang tidak mengandung bahan kimia yang murah dan mudah didapat. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) digunakan dalam upaya peningkatan kesehatan, sebagai minuman kebugaran, jamu untuk gangguan kesehatan ringan sesuai gejala, ramuan khusus untuk lansia, menjaga kesehatan ibu, meningkatkan gizi anak dan kekebalan tubuh.

Mahasiswa Tim I UNDIP memberikan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di Jln. Nusa Indah, Lingkungan VIII, TED Di Desa, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, tentang manfaat tanaman obat keluarga (TOGA) dari segi gizi dan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UNDIP Kelompok I menggunakan media poster sebagai sarana untuk memberikan edukasi tentang manfaat nutrisi dan kesehatan dari Tanaman Obat Keluarga (TOGA), menjelaskan jenis dan manfaat kesehatan dari masing-masing tanaman Toga itu sendiri (misalnya kunyit) .

Pemberian edukasi ini hendaknya meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat tanaman obat keluarga dan memungkinkan masyarakat untuk menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan COVID-19, khususnya pencegahan dari dalam tubuh yaitu dengan meningkatkan kesehatan dan kekebalan.Klaten (02.01.022) – – Meningkatnya kekhawatiran masyarakat positif Covid-19 sistem kekebalan tubuh mereka. Pandemi Covid-19 saat ini menuntut masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan fisik agar terhindar dari risiko penularan virus Covid-19. Karena banyaknya lahan sempit yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat, mahasiswa dari Desa Baran memunculkan ide untuk mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan lahan sebagai media tanam tanaman obat keluarga. Salah satu cara untuk mencegah penularan virus Covid-19 dan mengurangi jumlah kasus positif Covid-19 adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Salah satu langkah yang harus dilakukan masyarakat untuk menjaga imunitasnya adalah dengan mengkonsumsi obat tradisional. Anda bisa menyiapkan obat tradisional atau jamu ini sendiri di rumah dengan menggunakan tanaman obat keluarga yang bisa didapatkan di daerah sekitar. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman yang ditanam oleh keluarga (di rumah) yang mempunyai khasiat obat karena mengandung bahan aktif yang berfungsi untuk mencegah dan mengobati penyakit, baik penyakit yang disebabkan oleh perubahan cuaca maupun penyakit lainnya. Jamu keluarga yang bisa Anda konsumsi dan jadikan jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh antara lain jahe, kunyit, dan jahe.

Mahasiswa Undip Manfaatkan Pekarangan Rumah Untuk Media Tanam Toga: Alternatif Meningkatkan Imun Dimasa Pandemi Covid 19

Oleh karena itu, mahasiswa angkatan I Universitas Diponegoro 2022 memberikan pelatihan kepada warga Desa Baran untuk memanfaatkan lahan sempit di sekitar lingkungan sebagai media budidaya tanaman obat keluarga (TOGA). Sosialisasi ini dilakukan secara door to door atau melalui pertemuan masyarakat skala kecil, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan sosialisasi difasilitasi dengan penggunaan media poster dan praktik penanaman tanaman obat keluarga.

Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat dan cara menanamnya hingga siap menghasilkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai bahan obat tradisional, sehingga mata rantai perkembangbiakannya selalu terjaga (Covid- 19 virus), hidung tersumbat, mata merah, demam atau sakit tenggorokan. Gejalanya berbeda untuk setiap orang. Bagi mereka yang masih berusia 20-an, tanpa penyakit penyerta (penyakit penyerta selain penyakit utama), gejalanya mungkin hanya demam atau pilek. Namun, mereka yang berusia paruh baya, terutama mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti penyakit jantung, diabetes, radang paru-paru, dan penyakit kronis lainnya, mungkin berisiko meninggal akibat COVID-19.

Vaksinasi merupakan upaya pemerintah yang paling luas sebagai cara untuk mengurangi risiko kematian dan mengurangi risiko penularan. Namun, vaksin tersebut belum bisa dikatakan optimal dan belum menjangkau seluruh masyarakat. Khusus bagi yang terkonfirmasi positif COVID-19 tidak dapat langsung divaksinasi dan harus menunggu kurang lebih 3 (tiga) bulan setelah dinyatakan negatif atau sembuh.

Apa Fungsi Tanaman Obat Keluarga

Seseorang yang dites positif COVID-19 berpotensi memiliki lebih dari satu gejala penyerta. Beberapa warga Desa Kandri dilaporkan mengalami demam dan sakit tenggorokan. Ada juga warga yang mengaku mengalami demam dan gangguan pernapasan. Gejala ini bervariasi. Meski bantuan medis dari Puskesmas Gunungpati gratis, tanaman obat keluarga (toga) tetap berperan dalam mengatasi gejala tersebut. Apalagi karena toga murni berasal dari alam dan minim efek samping serta aman dikonsumsi anak-anak dan tidak ada risiko kerusakan organ tubuh dengan konsumsi rutin atau jangka panjang. Toga juga bermanfaat untuk menjaga kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan tubuh. Oleh karena itu, dapat digunakan bahkan oleh mereka yang positif COVID-19, tetapi juga untuk penggunaan sehari-hari.

Pembuatan Taman Toga

Mahasiswa Tim II Undip melakukan silaturahmi tentang manfaat tanaman obat keluarga (toga) di lingkungan RW 1 Desa Kandri Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Meningkatnya angka positif Covid-19 di Desa Kandri, serta keluarnya peraturan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Semarang, memungkinkan sosialisasi hanya melalui media online, khususnya platform.

Dibagikan oleh kelompok RW 1 Desa Kandri. Selain itu, sosialisasi juga menggunakan platform Instagram untuk lebih menjangkau kelompok usia remaja dan dewasa muda. Sejauh ini, respon dari masyarakat relatif baik.

Menurut Forum Kesehatan Desa (FKK) Kandri, jumlah orang yang dinyatakan positif COVID-19 di wilayah Desa Kandri sejauh ini mencapai 48 orang. Angka ini termasuk tinggi di antara daerah-daerah lain di kota Semarang. Oleh karena itu, peran famili tumbuhan obat sangat penting. Terdapat kebun toga di setiap desa RT dan RW 1 Kandri di Kecamatan Gunungpati yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk itu, pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai upaya menjaga kesehatan dan meningkatkan stamina tampaknya tepat dan dapat dengan mudah dilaksanakan.

Tujuan dari program ini adalah agar masyarakat mengetahui cara kerja tanaman obat keluarga dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan kimia tidak akan memberikan efek yang baik bagi tubuh, sehingga Anda bisa menggunakan togo sebagai alternatif. Namun perlu diingat bahwa belum ada penelitian medis yang mengklaim bahwa tanaman obat yang diketahui dapat digunakan sebagai obat Covid-19, hal ini harus ditegaskan agar tidak menimbulkan misinformasi nantinya. Kita berharap dengan kesadaran masyarakat yang lebih, lingkungan RW 1 Desa Kandri menjadi lebih sehat.Sudah sejak lama masyarakat Indonesia menggunakan berbagai jenis tumbuhan yang memiliki manfaat kesehatan. Tanaman ini termasuk dalam kategori mudah tumbuh.

Memanfaatkan Lahan, Mahasiswa Kkn Undip Membuat Poster Tentang Manfaat Toga Untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Di Tengah Pandemi Covid 19

(2020) yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan – merupakan tanaman yang ditanam di dalam negeri yang berkhasiat sebagai obat. TOGA juga termasuk dalam sistem pengobatan tradisional, yaitu menggunakan tanaman di pekarangan sekitar rumah.

Dalam pengertian lain, tanaman obat keluarga (TOGA) adalah istilah untuk berbagai tanaman yang dapat ditanam di sekitar pekarangan rumah dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan yang dapat diformulasikan secara sederhana.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no. 9 Tahun 2016 tentang upaya pengembangan kesehatan tradisional melalui perawatan diri menggunakan keterampilan tumbuhan dan pengobatan keluarga, TOGA dapat digunakan untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan dasar.

Apa Fungsi Tanaman Obat Keluarga

Khasiat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sudah terbukti secara ilmiah, seperti dilansir laman FK-KMK UGM, beberapa jenis tanaman obat yang terbukti bekerja secara imunologis (modulator imun) adalah jahe merah, temulawak, kunyit, maniran . , dan Empon-Epon. Untuk meredakan gejala batuk dan pilek, kita bisa menggunakan rimpang kencura, dan untuk penderita diabetes, daun salam dan sambilota.

Jenis Tanaman Obat Dan Manfaatnya, Dapat Dit

Jenis tanaman obat keluarga (TOGA) TOGA dikenal juga sebagai apotek hidup, karena ditanam hanya di sekitar rumah dan dapat menjadi sumber obat tradisional (jamu). Obat herbal ini dapat digunakan sebagai pencegahan atau pengobatan sendiri dalam pengobatan pertama.

Kunyit banyak digunakan sebagai bumbu dapur, terbukti mampu mengatasi berbagai penyakit seperti antimikroba, pencegah kanker, mengatasi penyakit maag, menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, antioksidan, mengatasi mual, menyembuhkan luka dan meredakan gatal. kulit.

Tanaman jahe cukup terkenal di kalangan pecinta minuman herbal. Jahe bermanfaat sebagai penghangat tubuh saat cuaca dingin. Selain itu jahe dikatakan mampu mengatasi berbagai penyakit seperti batuk, meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi masuk angin, sakit kepala, mengatasi penyakit laut dan darat, menyembuhkan memar.

Bahan aktif yang terkandung dalam lengkuas seperti lengkuas, methylcinnamate, galangin, cineol, camphor, sesquiterpenes, cadiene, resin, hexabidrocadal hydrate dan starch terbukti efektif mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti melancarkan peredaran darah, membuang racun dan radikal bebas. .

Lawan Covid 19 Dengan Tanaman Obat Keluarga

Apa fungsi keluarga

Comments

social bar