Twitter Anjurkan Pengguna Jangan Berlama-lama di Layanannya

Meski Twitter awalnya merupakan metode cepat dan mudah untuk mengirimkan pesan teks singkat lewat Internet, layanan tersebut telah berkembang menjadi sesuatu yang tak terbayangkan pengembangnya.

Kini layanan tersebut telah menjadi cara bagi pengguna untuk mendapatkan informasi misalnya dari kawasan bencana, saat demonstrasi, atau alat yang bisa dimanfaatkan oleh para politisi saat kampanye politik.

Meski demikian, Evan Williams, Chief Executive Officer Twitter menyebutkan, pihaknya tidak berminat untuk menjadikan Twitter sebagai tempat di mana pengguna dapat berlama-lama terhubung dengannya.

“Kami mengaggap Twitter sebagai jaringan informasi yang membantu orang menemukan apa yang sedang terjadi di dunia dan membagikan apa yang sedang mereka alami,” ucap Williams, seperti VIVAnews kutip dari TechRadar, 19 Maret 2010.

“Pengguna bisa memanfaatkan Twitter tanpa perlu membagikan apa yang terjadi dalam hidupnya pada orang lain merupakan kuncinya,” kata Williams. “Anda bisa memantau terus menerus, atau bisa memanfaatkannya secara cerdas, itu semua pilihan Anda,” ucapnya.

Williams menyebutkan, membuat orang menghabiskan waktu lebih banyak menggunakan Twitter bukanlah tujuannya. “Kami seperti memiliki dikotomi, karena semakin banyak hal yang mungkin Anda ingin ikuti atau cari di Twitter,” ucapnya.

“Tetapi tujuan kami bukanlah memaksimalkan itu. Kami mengerti bahwa orang memiliki waktu dan perhatian yang sangat terbatas,” kata Williams. “Dan kami berharap Twitter bisa membantu Anda mengarahkan perhatian Anda hanya ke cara yang bermanfaat bagi Anda,” ucap Williams.

Twitter, kata Williams, tidak ingin Anda menghabiskan waktu banyak-banyak di situsnya. “Kalau bisa malah kami ingin Anda menguranginya,” ucapnya. “Kami hanya ingin Twitter menjadi perangkat yang bisa Anda manfaatkan untuk menyelesaikan sesuatu,” ucapnya.

Sumber : http://id.news.yahoo.com/viva/20100319/ttc-twitter-jangan-berlama-lama-di-layan-078ed6a.html

Comments