Rockmelt, Browser untuk Jejaring Sosial

Apakah dunia membutuhkan sebuah browser baru lagi? Tim Howes dan Eric Vishria berpikir demikian. Itu adalah salah satu alasan mengapa dua tahun yang lalu mereka memulai Rockmelt, mendapat donasi dari organisasi keuangan Andreessen Horowitz dan memperkerjakan beberapa orang untuk membantu mengerjakan browser tersebut. Hasilnya adalah browser Rockmelt akhirnya diluncurkan hari ini dan akan tersedia dalam versi beta.

Ini adalah langkah berani yang dilakukan oleh Tim Howes dan Eric Vishria. Mereka memasuki pasar browser yang didominasi oleh Microsoft (Internet Explorer), Google (Chrome), Mozilla (Firefox) dan Apple (Safari). Tim Howes dan Eric Vishria ini meluncurkan dekstop browser, yang berfungsi pada OS Windows dan Mac, di era ketika komputer beralih perangkat mobile sentuh. Demikian seperti yang dikutip dari Gigaom, Senin (8/11/2010).

Vishria dan Howes mengatakan alasan mereka memulai perusahaan tersebut adalah ketika penggunaan website dan layanan yang digunakan oleh orang-orang telah berubah, browser itu sendiri belum berubah begitu banyak. “Website modern telah berevolusi di satu titik, dimana para pengguna membutuhkan sebuah pengalaman baru browsing,” ujar Vishria, CEO dari Rockmelt.

Vishria juga membantah bahwa rata-rata produk di pasar browser adalah fokus pada pengalaman pengguna yang minimal, kemudahan navigasi dan kecepatan. Sementara yang difokuskan oleh Rockmelt adalah sekitar kegunaan web pada pengguna; yang menitikberatkan pada pengkonsumsian konten, social-sharing dan jejaring sosial.

Vishria dan Howes mengatakan bahwa semuanya adalah tentang waktu. Terima kasih karena meningkatnya penetrasi broadband, naiknya layanan berbasis cloud dan adopsi mainstream dari layanan-layanan sosial macam Facebook dan Twitter. “Browser itu sendiri butuh untuk bersosial,” ujar Howes.

“Kebanyakan orang berkomunikasi dengan teman-temanya dan hanya sedikit mengecek beberapa situs. Kini kami membuat lebih mudah bagi mereka untuk tetap terkoneksi dan mendapat informasi,” kata Vishria. Rockmelt mengintegrasikan Facebook, Twitter dan layanan jejaring sosial lainnya ke dalam browser-nya. Di waktu yang bersamaan, Rockmelt membuat lebih mudah untuk menambah news feed dan sumber-sumber informasi lainnya. Browser tersebut yang berbasis pada Chromium (proyek open source di belakang browser Google Chrome), mengharuskan pengguna untuk sign-in dengan menggunakan akun Facebook. Begitu sudah log-in, pengguna bisa menambahkan teman favorit dan news feed favorit di sisi kiri kanan browser.

Browser Rockmelt membuat lebih mudah untuk meng-update, men-tweet dan berbagi konten melalui Facebook dan Twitter. (okezone.com)

Hasil Pencarian Populer:

download rockmelt browser, download browser rockmelt.