Rincian Data Pembiayaan KPR dari Sebuah Developer

Memiliki rumah merupakan impian semua orang. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan impian tersebut. Diantaranya yaitu dengan pengajuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). untuk memulai KPR tersebut, kita membutuhkan beberapa pembiayaan yang harus disediakan di awal. Data pembiayaan KPR tersebut biasanya dipampang di brosur yang disebarkan oleh tim marketing sebuah developer. 

Memiliki rumah merupakan sesuatu yang diimpikan semua orang. Berbagai cara untuk mendapatkannya akan dilakukan. Salah satu cara untuk mendapatkan rumah saat ini adalah dengan mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Cara ini dinilai lebih ringan jika dibandingkan dengan cara membangun sendiri, membeli rumah baru, atau dengan membeli rumah bekas sekalipun. Namun untuk pengajuan KPR ini, dibutuhkan dokumen-dokumen tertentu yang melibatkan beberapa instansi terkait. Misalnya saja harus ada surat keterangan belum memiliki rumah dari desa setempat, surat keterangan penghasilan dari tempat kerja, dan lain-lain. Selain membutuhkan dokumen-dokumen tersebut, untuk mengajukan KPR juga harus mempersiapkan sejumlah uang muka dan biaya-biaya administrasi lainnya. Semua developer biasanya mencantumkan data pembiayaan KPR tersebut dengan rinci.

Rincian Data Pembiayaan KPR dari Sebuah DeveloperBerikut adalah beberapa data pembiayaan KPR yang harus dipersiapkan oleh seseorang yang akan mengajukan KPR pada sebuah bank.

  • Biaya uang muka. Pembayaran uang muka ini biasanya dapat dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya dengan cara dibayar bertahap. Biasanya sejumlah uang muka tersebut ditentukan sepuluh persen dari harga yang ditawarkan
  • Biaya booking fee. Biaya booking fee adalah sejumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh peminat KPR. Jika ternyata di kemudian hari membatalkan pengajuan KPR tersebut, maka biaya booking fee tidak bisa dikembalikan pada pemohon. Dengan kata lain, hangus.
  • Biaya administrasi
  • Biaya asuransi

Itulah beberapa data pembiayaan KPR yang biasanya dipampang oleh developer. Biasanya untuk mendapatkan informasi yang jelas dan detil tentang biaya-biaya tersebut, pemohon haruslah menghubungi tim marketingnya. Sejumlah biaya-biaya tersebut di atas, biasanya dapat diangsur beberapa kali. Hal itu tentu memperingan biaya yang harus dipersiapkan untuk pengajuan KPR tersebut. Apalagi saat ini, kepemilikan KPR untuk orang-orang yang belum memiliki rumah dari kalangan ekonomi menengah ke bawah lebih dipermudah lagi. Misalnya saja dengan memperkcil prosentase uang muka dan memperpanjang masa cicilan. Kebijakan ini baru diberlakukan di Indonesia secara besar-besaran dan menyebar di semua daerah di Indonesia.

Comments