Penyebab Awetnya Hoax KlikBCA

Sebuah hoax yang melibatkan KlikBCA beredar sejak Agustus 2010. Pesan yang beredar lewat BlackBerry Messenger (BBM) mewanti-wanti pengguna agar tidak tertipu alamat palsu situs web KlikBCA untuk mobile.

Padahal, alamat https://m.klikbca.com yang disebutkan itu adalah alamat asli dari KlikBCA untuk mobile. Penyebaran hoax ini berpotensi membuat bingung pengakses KlikBCA mobile.

Kini, pertengahan Oktober 2010, hoax yang sudah berumur lebih dari dua bulan itu ternyata masih awet beredar. Bahkan, penyebaran hoax itu juga terjadi lewat Facebook dan Twitter.

Apa penyebabnya? Analis antivirus dan keamanan digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mencoba memberi penjelasannya. Pertama, ujar Alfons dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (13/10/2010), adalah karena ketidaktahuan masyarakat awam.

Kemudian, Alfons menambahkan, masyarakat diduga menjadi paranoid karena pernah ada kasus plesetan nama domain KlikBCA.com menjadi kilkbca.com atau wwwklikbca.com dan lainnya. Plesetan tersebut cukup ramai diberitakan dan mengancam nasabah BCA karena berpotensi mencuri data pribadi.

“Wong dulu ‘cuma’ tertukar posisi huruf i dan l jadi www.kilkbca.com, tanpa penambahan huruf s di http dan huruf m di depan alamat situs saja sudah jadi situs jahat, kalau ini kan penambahannya dobel. Harusnya ini jahat kuadrat! Mungkin begitu kira-kira pemikiran yang mendasari orang untuk percaya pada hoax ini,” tutur Alfons.

Ciri-Ciri Hoax

Alfons pun berbagi beberapa ciri-ciri pesan yang bisa diduga sebagai hoax. Berikut adalah ciri-cirinya sesuai dengan pesan hoax klikBCA yang beredar:

  1. Ada kalimat “Sebarkan ke tmn2 anda jg ya”. Ciri khas hoax adalah meminta penerima menyebarkan ke sebanyak mungkin penerima.
  2. Ada kalimat “Sudah banyak yang tertipu”. Kalimat ini bertujuan untuk meyakinkan penerimanya untuk segera mengirimkan hoax tersebut. Padahal kalau begitu, justru yang tertipu adalah yang menyebarkannya.
  3. Ada kalimat “Tadi jg ada beritanya di TV one 4:19 PM”. Kalimat ini meminjam nama tenar media tertentu, demi meyakinkan korbannya agar makin percaya.

Jika menerima pesan semacam ini, ujar Alfons, sebaiknya pengguna melakukan pengecekan ulang. Dalam hal BCA ini, ia menambahkan, bahkan pihak BCA sendiri sudah membuat release yang menjelaskan perihal hoax tersebut. “Atau kalau mau afdol, telepon ke customer service bank yang bersangkutan,” ia menandaskan. (detikinet.com)

Comments