Meraih Kesuksesan Bisnis Lewat Pelatihan Praktis Wirausaha

Berdasarkan sebuah survei, sebanyak 36% masyarakat Indonesia ingin memulai bisnis sendiri dengan harapan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Impian ini kerap membuat seseorang lupa akan perencanaan bisnis termasuk mengikuti pelatihan praktis wirausaha sebelum terjun menjadi pengusaha. Benarkah dengan menjadi pengusaha akan mendapat penghasilan lebih besar?

Saat ingin memulai usaha milik sendiri, pasti kamu akan merasakan semangat yang luar biasa. Ide-ide bisnis yang mulanya hanya ada di kepala, akhirnya dapat Anda wujudkan menjadi usaha nyata. Euforia menjadi pengusaha pun membayangi.

Satu yang tak disadari adalah, berbisnis lekat dengan risiko. Buat kamu yang baru mau menjajal jadi pengusaha, ada baiknya mengikuti berbagai program atau kursus pelatihan praktis wirausaha. Salah satu caranya adalah dengan menjadi karyawan di sebuah perusahaan atau mengikuti program pelatihan yang diadakan oleh pemerintah atau perusahaan swasta. Dengan ini kamu akan mendapat pengetahuan bagaimana menjalankan sebuah usaha, mengatur keuangan usaha, memasarkan produk, serta mengantisipasi risiko yang mungkin dialami.

Dari banyak risiko yang mungkin dihadapi oleh seorang pengusaha, salah satu yang paling menantang adalah terkait finansial. Banyak wirausaha yang tidak tau secara pasti penghasilan bersih yang mereka dapat atau kesulitan dalam mengembangkan modal usahanya. Untuk itu perlu adanya pemilahan tabungan, contonya seperti untuk operasional usaha, tabungan pengembangan usaha, biaya pribadi, dan terakhir untuk cicilan kredit bila ada.

Oleh karena itu, dengan mengikuti pelatihan praktis wirausaha kamu dapat mempelajari secara detail bagaimana menghitung setiap komponen biaya dan pemilahan pendapatan dari usaha kamu.

Jangan tergiur oleh cerita mereka yang sudah sukses di bulan-bulan pertama atau modal minim saat merintis usaha. Memang, ada yang beruntung bisa balik modal atau mengeluarkan sedikit modal saja saat mengawali usaha, tapi siap-siap dan perhitungan keuangan yang matang nggak ada salahnya, kan?

Comments