Mafia Malaysia Beralih ke Jogja dan Solo

Mafia narkoba dari Malaysia tak kehabisan akal setelah sering terbongkar menyelundupkan barang haram ke Indonesia melalui sejumlah bandar udara, mulai dari Soekarno-Hatta di Jakarta hingga Bandara Juanda di Surabaya.

Mereka kini mencoba beralih memasukkan barang haram itu melalui Yogyakarta dan Solo. Bandar udara di dua kota itu juga melayani penerbangan internasional, dan faktanya sudah dua kali ada penyelundupan sabu-sabu yang berhasil digagalkan.

Pertama, petugas Bea dan Cukai memergoki 2,6 Kg sabu-sabu dalam tas milik RA Srie Moertarini (37), warga RT 5/RW 2, Kelapa Dua, Jakarta Selatan.

Ia baru turun dari pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK-594 dari Kuala Lumpur tujuan Bandara Adi Soetjipto, Yogyakarta, awal Mei 2010 lalu.

Kedua, petugas Bea dan Cukai juga memergoki 1,26 Kg sabu-sabu dalam tas Ramadhan bin Rusli (27) di Bandara Adi Sumarmo, Solo, Minggu (9/5/2010) lalu.

Warga Kampung Munasah, Desa Tengoh, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bereun, Nangroe Aceh Darussalam itu juga baru saja turun dari pesawat Air Asia tujuan Kuala Lumpur-Solo, Minggu (9/5/2010) lalu.

Polisi pun berniat membongkar habis jaringan yang diduga juga meluas di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu. “Ada fakta jaringan pengedar narkotika dan psikotropika yang beroperasi di wilayah eks Keresidenan Surakarta,” kata Kepala Kepolisian Resort Boyolali, Ajun Komisaris Besar Polisi Agus Suryo Nugroho di Boyolali, Selasa (11/5/2010).

Menurut Agus Suryo Nugroho, tersangka Ramadhan mengaku baru sekali ini berupaya menyelundupkan barang haram itu lewat bandar udara di Solo. Namun, polisi tidak langsung percaya, karen tersangka terlihat sudah berpengalaman menghadapi aparat.

Bahkan, pada paspornya terlihat betapa tersangka sering bepergian ke luar negeri melewati beberapa bandara internasional. “Kami sangat yakin terdapat kantong-kantong pengguna narkoba di kawasan ini,” katanya.

Menurut dia, terdapat cukup bukti untuk menjerat Ramadhan sebagai pengedar narkotika, bukan hanya sebagai kurir.

Sementara, polisi juga curiga, nama-nama yang disebut Ramadhan sebagai pemilik sabu-sabu yakni Ali, warga Yogyakarta di Malaysia, hanya tokoh fiktif rekaan tersangka untuk menutupi aksinya.

Sumber : http://id.news.yahoo.com/kmps/20100512/tid-mafia-malaysia-beralih-ke-yogya-dan-376aae3.html

Comments