Letusan Eyjafjallajokull Baru Permulaan

Semua kehebohan setelah semburan abu gunung api Islandia bisa jadi hanya aksi pembuka. Ilmuwan kini mengkhawatirkan getaran dari gunung api Eyjafjallajokull bisa memicu ledakan gunung api Katla di dekatnya.

Erupsi Katla diprediksi akan 10 kali lebih kuat. Jumlah dan ketinggian semburan abu vulkanik juga lebih besar. Padahal Eyjafjallajokull saja sudah menunda perjalanan udara Eropa selama lima hari. Dua gunung api itu letaknya bersisian di selatan Islandia, terpisah 20 kilometer. Keduanya terhubung jaringan magma.

Katla terbenam di bawah es setebal 500 meter – gletser Myrdalsjokull, salah satu yang terbesar di Islandia. Artinya, Katla memiliki jumlah es dua kali lebih banyak yang dapat ‘dibakar’ sehingga berpotensi lebih lama menunda aviasi di dataran Eropa.

Pall Einarsson, professor geofisika di Institute of Earth Sciences, University of Iceland, mengatakan sebuah erupsi vulkanik dapat menyebabkan gunung api di dekatnya untuk ikut meledak. Sebelumnya, Katla dan Eyjafjallajokull selalu aktif secara tandem. Bahkan, tiga kali terakhir Eyjafjallajokull meledak, Katla juga meledak.

Gunung api Katla ‘terbangun’ tiap 80 tahun. Terakhir kali ia meledak pada 1918, sehingga siklusnya kini menumpuk. Prediksi ledakan ini membuat penduduk sekitar bersiaga. Mereka harus cepat-cepat mengevakuasi diri untuk menghindari lelehan es. Ledakan Eyjafjallajokull saja menghancurkan potongan es sebesar rumah dan membanjiri lereng.

Svenn Palsson, walikota desa Vik, mengatakan penduduk kini sudah membahas rencana evakuasi untuk berjaga-jaga. “Kami sudah berlatih dan bisa melakukannya dalam 30 menit,” kata Palsson. Vik memiliki 300 penduduk.

Sejauh ini, hanya ada getaran-getaran kecil di Katla sebagai tanda pergerakan gletser. Tetapi, aktivitas Eyjafjallajokull membuat pengukuran sulit dibaca dan ledakan sukar diprediksi, kata Kristin Vogfjord, geologis di Badan Meteorologi Islandia. (AP/Yahoo! News)

Comments