Kritik Keras di Film Balibo Five

Film Balibo FiveFilm ‘Balibo Five’ yang mengundang kontroversi karena Lembaga Sensor Film (LSF) melarang pemutarannya dinilai bukan sebagai film propaganda. Sebagian masyarakat Indonesia masih belum siap untuk menerima kritik.

“Film ini kritik keras bagi kita. Lalu mengapa tidak membalas film sesuai fakta kita,” kata Andi Bachtiar Yusuf, sutradara film Romeo and Juliet kepada VIVAnews usai menonton film ‘Balibo Five’ di Teater Utan Kayu, Jakarta, Kamis 3 Desember 2009.

Menurut dia, film seperti Balibo tidak akan banyak ditonton masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia cenderung tidak menyukai film-film berat.

Namun, untuk pemutaran di kampus dan Jakarta International Film Festifal (Jiffest), Balibo layak ditonton. Andi juga menyesalkan pelarangan pemutaran film Balibo di Jiffest.

“Penonton di Jiffest relatif sedikit dan hanya penikmat film,” ujarnya.

Menurut dia, semakin dilarang untuk ditonton, masyarakat justru semakin penasaran. Masyarakat sebaiknya dibiarkan untuk memiliki kebebasan menonton film.

Apalagi, masalah di Timor Leste sudah cukup lama. Kekhawatiran LSF bahwa film Balibo bisa menimbulkan gejolak tidak beralasan.

Pemutaran perdana film kontroversial ‘Balibo Five’ karya sutradara, Robert Connolly di Jakarta, Selasa malam 1 Desember 2009, batal karena tidak mendapat izin Lembaga Sensor Film (LSF).

‘Balibo Five’ menceritakan terbunuhnya lima wartawan Australia di Timor Timur (sekarang Timor Leste) pada 1975.

Film tersebut dirilis di Australia awal tahun ini, hanya sepekan sebelum Kepolisian Australia (AFP) mengumumkan akan membuka kembali kasus-kasus dugaan kejahatan perang tersebut pada 20 Agustus 2009.

Menurut pihak Australia, Gary Cunningham, Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Tony Stewart, dan Brian Peters diduga dieksekusi oleh pasukan khusus TNI pada Oktober 1975. Tujuannya, agar mereka tidak menyiarkan secara detail invasi Indonesia atas Timor Timur.

Sebaliknya, bagi Indonesia, kasus Balibo telah selesai. Pemerintah jauh-jauh hari telah menyatakan tidak ada pembunuhan, kelima wartawan tersebut tewas dalam baku tembak antara TNI dan tentara pro kemerdekaan Timor Timur. Kasus Balibo, bagi Indonesia telah ditutup.

Sumber : VivaNews.com

Comments