Fujio Nipponsori Dianiaya Anggota DPR

Fujio Nipponsori (40), sopir Muhammad Nasir anggota DPR Komisi IX dari fraksi Demokrat yang mengaku dianiaya, mengatakan sempat diselamatkan oleh Marinir sehingga lepas dari penganiayaan.

“Saya sempat diselamatkan oleh Marinir dan diamankan di Markas Komando Marinir di Kwitang,” kata Fujio kepada wartawan di Komnas HAM, Jalan Latuharhari Jakarta Pusat, Rabu (22/09/2010).

Lelaki yang lahir di Iwata Jepang ini menuturkan cerita sebelum akhirnya diselamatkan Marinir di Kwitang. Sebelumnya, Fujio dianiaya di rumah Nasir. Lantas, dia dibawa ke dalam mobil Hammer. Di dalamnya, ada dua petugas keamanan yang mengawal Fujio ke pom bensin. Satu lagi komandan petugas keamanan bernama Dede dan sopir. Sementara Nasir menaiki mobil yang biasa dibawa Fujio. Nasir bersama dua saudaranya, yang salah satu bernama Muhammad Hasyim. Hasyim adalah adik dari Nazarudin, anggota komisi III DPR.

Mereka menuju apartemen Casablanca. Sesampainya di sana, beberapa menit kemudian mereka turun mobil dan berganti mobil. “Saya masuk mobil Kijang Innova, orang di dalamnya saya enggak kenal. Pak Nasir naik mobil Land Cruiser bersama dua saudaranya,” kata Fujio.

Selama dalam perjalanan, ia dipaksa untuk mengaku mencuri uang Rp 50 juta yang sebelumnya ditinggal Nasir di dalam mobil. “Bahkan saya diancam kalau terbukti bersalah, keluarga diancam dan dengkul saya mau dicopot,” ujarnya sembari menahan sakit di kepalanya akibat dipukul.

Mobil melaju sampai ke Kwitang. Ia diminta turun bebarengan dengan orang-orang yang sebelumnya ada di mobil bersamanya. Fujio didesak untuk mengaku, namun ia kukuh tak mau mengakui. “Belum selesai saya bicara, tiba-tiba ada pukulan dari arah kiri yang dilakukan Hasyim,” kata dia. Fujio luka di bagian dagu kirinya. Luka itu mengkibatkan robek dan dijahit beberapa centimeter.

“Saya lihat di jarinya ada cincin khusus buat mukul. Lalu gigi saya rontok seperti baut. Darah keluar mengucur seperti air dalam teko yang dituang,” kata Fujio. Ia masih bersyukur dalam kondisi berdarah-darah tidak kehilangan kesadaran.

Mereka yang memukuli Fujio kemudian berbaur dengan warga yang berdatangan. Fujio meminta tolong salah seorang yang di dekat dia. “Orang-orang yang mukul berniat membantu mau bawa ke klinik. Tapi saya tidak mau,” katanya. Untung bagi Fujio, orang yang dimintai tolong itu memapah dia, dan yang lainnya mengusap darah yang mengucur, yang lainnya memberikan perlindungan.

Orang-orang membawa Fujio ke Markas Komando Marinir di Kwitang. Mereka yang memukuli Fujio nekat masuk ke pos untuk merebut Fujio. Dengan tegas, Marinir menyuruh orang-orang ini keluar dan diancam dengan sniper. Selanjutnya, polisi dari Polisi Sektor Senen datang ke Marko Marinir Kwitang. Dua polisi yang datang akhirnya memeriksa Fujio dan diantar membuat laporan di Polda Metro Jaya dan ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) untuk visum.

Comments