Bang Maman & Istri Simpanan di Buku SD

Istri Simpanan di Buku SD – Sejumlah wali murid siswa SD kelas 2 di sebuah sekolah di Jakarta ramai-ramai protes, mereka menyayangkan dan memprotes soal cerita Bang Maman dan Istri Simpanan yang termuat di buku pelajaran. Kisah ‘Bang Maman’ ini dimuat dalam buku Pendidikan Lingkungn Budaya Jakarta, yang merupakan muatan lokal. Murid-murid SD mesti membaca cerita ini hingga tuntas dan menghapalnya, karena kisah ini akan menjadi materi ulangan harian. Buku itu diterbitkan PT MK dan kisah Bang Maman ada di halaman 30.

Bang Maman & Istri Simpanan di Buku SD


Adapun materi kisah Bang Maman secara ringkas bertutur mengenai kehidupan Bang Maman, seorang pedagang buah yang memiliki anak bernama Ijah. Nah, Bang Maman kemudian menikahkan putrinya itu dengan Salim, putra dari Pak Darip orang kaya di Kali Pasir.

Hingga kemudian Pak Darip meninggal dan mewariskan kebun yang sangat luas. Salim yang lugu meminta seseorang bernama Kusen untuk mengurus kebunnya. Namun Kusen dan istrinya malah mengkhianati Salim. Kebun yang luas dijual seluruh dan Salim pun jatuh miskin.

Ijah yang telah menjadi istri Salim diminta ayahnya, Bang Maman, untuk menceraikan suaminya itu. Ijah tidak mau dan tetap setia pada Salim. Bang Maman pun menyusun strategi, dibuatlah skenario adanya wanita lain bernama Patme yang pura-pura mengaku menjadi istri Salim. Patme mendatangi Ijah mengaku istri simpanan. Ijah pun percaya dan akhirnya menceraikan Salim.

Kisah itu tidak berhenti di situ namun masih berlanjut sampai pada akhir cerita, di mana setelah Ijah bercerai dengan Salim, dia hendak dinikahi perampok, yang menyamar menjadi orang kaya. Calon suami Ijah itu akhirnya ditangkap polisi saat pesta pernikahan digelar.

Setelah membaca kisah yang mirip sinetron itu, siswa mendapatkan pelajaran “untuk diingat”. Isi dari materi itu adalah pengalaman yang dapat diambil dan nilai luhur dari kisah itu.

Para orang tua siswa SD berharap soal cerita istri simpanan di buku SD ini bisa diubah. Masih banyak cerita lain yang mengajarkan kebaikan. Jadi, anak-anak kelas 2 SD tidak perlu dijejali dengan kisah soal istri simpanan.

Comments