Bakrie Connectivity Ramaikan Pasar Internet Broadband Indonesia

PT Bakrie Telecommunication turut meramaikan pasar internet broadband di Indonesia melalui anak perusahaan yang baru dibentuknya PT Bakrie Connectivity.

“Kami akan memulai layanan data nirkabel EVDO dengan produk bernama AHA untuk tahap awal kami perkenalkan di lima kota,” kata Direktur Utama PT Bakrie Connectivity, Erik Meijer, di Jakarta, Kamis, dalam acara peluncuran produk perdana broadband wireless access (BWA).

Ia mengatakan, lima kota sebagai langkah penetrasi awal adalah Surabaya, Malang, Yogyakarta, Solo, dan Semarang serta dalam waktu dekat Bogor.

Erik menegaskan, penambahan layanan ke berbagai kota akan dilakukan setiap 2-3 pekan ke depan sehingga sampai tutup tahun ini ditargetkan layanan data B-Con telah tersebar di 10 kota di tanah air.

“Kami fokus di kota-kota yang relatif kecil tapi memiliki pasar potensial karena selama ini belum ada bisnis internet yang fokus di kota-kota seperti di Malang, misalnya,” kata Erik.

Layanan data yang diberi nama AHA itu merupakan akses internet berbasis jaringan CDMA (Code Division Multiple Acces) 1xEVDO (Evolution Data Optimize) Rev A.

Pihaknya juga merilis perangkat USB model Olive tipe VME-110 dan Huawei.

Kemampuan akses kecepatan AHA untuk download mencapai 3.1 Mbps dan kecepatan Upload hingga 1.8 Mbps.

“User interface AHA praktis karena sudah terbuilt secara langsung dengan aplikasi Google Chrome Browser, Google search bar, live online news ticker, dan picasa,” katanya.

Pihaknya menawarkan tarif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna mulai dari Rp150/menit atau Rp0,5/Kb.

Selain itu pengguna juga dapat memilih kecepatan hingga paket pilihan “unlimited” mulai Rp80 ribu/bulan.

Komisaris Utama PT Bakrie Telecom, Anindya Bakrie, mengatakan, pembentukan anak perusahaan yakni B-Con bertujuan agar pihaknya dapat secara fokus memberikan layanan data secara maksimal.

“Kami ingin turut memberikan sumbangsih dalam layanan internet di Indonesia bukan saja karena aspek bisnis yang menggiurkan tetapi juga untuk memperkecil kesenjangan digital sekaligus meningkatkan daya saing bangsa kita sebagai negara kepulauan,” katanya.

Anindya menambahkan, perseroan membudget dana sebesar 100 juta dolar sebagai capital expenditure pada 2010.

Dana sebesar itu, sebagian besar diinvestasikan untuk menambah kapabilitas coverage hingga di 10 kota di tanah air sampai tutup tahun ini.

Sumber : http://id.news.yahoo.com/antr/20100624/ttc-bakrie-ramaikan-pasar-internet-broad-65082e6.html

Comments