Alexis Tutup, 1000 Karyawan Dirumahkan

Alexis Tutup, 1000 Karyawan Dirumahkan

Akibat di tolaknya daftar ulang Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TUPD) yang diajukan Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Legal and Corporate Affair Alexis Group Lina Novita mengatakan, akibat tidak diperpanjangnya izin usaha pihaknya merumahkan 1.000 karyawan. “Pegawai tetap berjumlah 600 orang. Pegawai lepas 400 orang. Sementara dirumahkan,” kata Lina dalam jumpa pers di Hotel Alexis, Selasa, 31 Oktober 2017. Pihak Alexis menghormati keputusan Dinas PTSP, maka dari itu sejak tanggal 30 Oktober tidak ada karyawan yang berkerja di Alexis.

Dari 1.000 karyawan Alexis, Lina menjelaskan untuk pegawai hotel dan griya pijat jumlahnya sekitar 150 karyawan. Griya Pijat Alexis sendiri sudah ditutup sejak Selasa, 31 Oktober 2017. Izinnya habis pada tanggal 30 Oktober 2017. “Kami memiliki karyawan yang jumlahnya tidak sedikit. Karyawan tersebut juga tulang punggung keluarga. Penutupan usaha akan berdampak pada hilangnya mata pencaharian mereka,” ujar dia.

Lina meminta Pemprov DKI Jakarta memberikan solusi dan jalan terbaik agar izin hotelnya tetap beroperasi. Alexis, lanjut dia, siap melakukan pembenahan manajemen sesuai dengan arah kebijakan Pemprov. “Untuk hotel sama sekali tidak ada pelanggaran sebetulnya. Kami sudah melakukan pendaftaran ulang sejak Juli lalu,” kata Legal and Corporate Affair Alexis Group Mochamad Fadjri.

Meski telah mengajukan izin perpanjangan sejak Juli, lanjut Fadjri, hingga kini belum ada respons dari pemprov. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak memperpanjang TDUP Alexis. Dengan tidak diperpanjangnya izin tersebut, Anies mengatakan kegiatan di Alexis ilegal.

Sumber : https://netz.id/news/2017/10/31/00516-01616/1009311017/stop-operasional-karyawan-alexis-dirumahkan