154.079 Siswa Tidak Lulus UN 2010

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono menegaskan, walaupun jumlah ketidaklulusan ujian nasional tahun ini meningkat dibandingkan 2009, masih ada kesempatan bagi para siswa Sekolah Menengah Umum (SMU), Sekolah Menengah Kejuruan, dan Madrasah Aliyah yang gagal mengikuti ujian ulangan.

Pengumuman hasil ujian yang dilakukan serentak Senin, 26 April 2010, menyebutkan sebanyak 154.079 siswa tidak lulus. Jumlah ini sekitar 10 persen dari seluruh seluruh peserta ujian sebanyak 1.522.162 siswa.

Menurut Menko Kesra, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dari tanggal 22 sampai dengan 25 Maret berjalan cukup lancar. Selain itu, imbauan kepada masyarakat untuk melaporkan, bila mengetahui hal-hal yang dianggap curang atau menyimpang, sejauh ini tidak ada yang dinilai serius untuk ditindaklanjuti.

Namun, pos pengaduan di Kementerian Pendidikan Nasional melalui hubungan telepon langsung di nomor 021-5703303 atau pesan singkat (SMS) 0811976929 tetap dibuka. Hal yang sama juga untuk SMS Center Menko Kesra pada nomor 085880001949.

Ujian Nasional ulangan ini akan disiapkan lebih baik, termasuk kesiapan pihak sekolah pada pelaksanaan tanggal 10 – 14 Mei.

Dari data hasil ujian nasional tahun 2010, jumlah paling banyak siswa yang tidak lulus dan harus mengikuti ujian nasional ulangan ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (23,7 persen), Kalimantan Tengah (39,29 persen), Kalimantan Timur (30,53 persen), Nusa Tenggara Timur (52,08 persen), dan Gorontalo (46,22 persen). Adapun persentase siswa yang paling banyak lulus ada di Bali (97,18 persen), Jawa Barat (97,03 persen), Jawa Timur (96,69 persen), dan Sumatera Utara (95,85 persen).

Meskipun terjadi penurunan tingkat kelulusan, menurut laporan Menteri Pendidikan Nasional, terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 7,25 pada 2009 menjadi 7,29 pada tahun ini. Sementara itu, para siswa yang mengulang berpotensi besar lulus, karena mayoritas yang harus mengulang (99.433 siswa) tidak lulus hanya pada satu mata pelajaran yang diujikan.

Terkait kasus ini, Menko Kesra Agung Laksono menyatakan kesedihan dan kekecewaannya mendengar ada sekolah yang seluruh siswa peserta ujian nasionalnya ternyata tidak lulus. Kondisi ini mengharuskan pihak dinas maupun instansi yang bertanggung jawab menangani sektor pendidikan di wilayah sekolah bersangkutan harus memberi perhatian lebih serius. “Evaluasi dan cari penyebab dari kegagalan total itu.”

Agung mengingatkan, pendidikan merupakan sektor yang mendapat alokasi pendanaan negara sangat besar. Oleh sebab itu sudah seharusnya pemanfaatan anggaran harus mampu memberi dukungan untuk lebih meningkatan kecerdasan rakyat, termasuk untuk pembiayaan belajar dan mengajar secara formal melalui jenjang sekolah sampai perguruan tinggi.

Ujian Nasional juga bagian dari program pemerintah dalam upaya meningkatkan prestasi peserta didik yang lebih terukur dan akurat. Oleh sebab itu setiap hasil dari pelaksanaan UN maupun tingkat kelulusan siswa akan terus dievaluasi dan dikaji, untuk perbaikan pelaksaan di masa datang.

Pemerintah sejauh ini, kata Agung, memandang Ujian Nasional juga bisa menjadi dasar peningkatan dan penyempurnaan sarana dan prasarana fasilitas pendidikan di setiap sekolah. Dengan melihat hasil UN di suatu sekolah, bisa diperoleh gambaran kelebihan dan kekurangan yang ada dan dimiliki sekolah bersangkutan.

Menurut Agung, pemerintah dalam upaya meningkatkan dan penyempurnaan sarana pendidikan juga telah melaksanakan program sambungan internet untuk 175.000 sekolah. Program nasional ini merupakan bagian dari upaya untuk membuka cakrawala berpikir para siswa. Sedangkan untuk para pendidiknya diadakan pelatihan manajemen dan kepemimpinan secara nasional bagi 30.000 guru.

Sumber : http://nasional.vivanews.com/news/read/146845-agung__siswa_tak_lulus_boleh_ujian_ulangan

Comments